Drama Queen

Saya bukan tipe orang yang supel, mudah bergaul dengan siapa saja.  Meski selalu berusaha ramah dan tersenyum, dimanapun saya berada dalam suatu komunitas.  Sekaligus termasuk yang senang dengan pergaulan/kumpulan teman2 baru – karena pastinya bisa ‘menyegarkan‘ khasanah pergaulan saya yang terbatas *halah,bahasane*

Setelah “setua” ini :lol: akhirnya sayapun punya satu keyakinan- yang, karena saya yakini – maka akhirnya itupun sering menjadi kenyataan.  Keyakinan saya, “ketika kita selalu mencoba hanya hal-hal terbaik yang kita tampakkan – bukan berpura2 tentunya – maka, hal-hal terbaik juga yang pasti akan kita dapatkan” persoalan, pada akhirnya kita sempat mendapat hal yang tidak mengenakkan, itu hanya soal waktu. Tangan TUHAN akan bekerja untuk “membalikkannya” menjadi sesuatu yang baik dan pantas kita terima (karena perbuatan baik kita sebelumnya). Mungkin ini mostly pengertian dari hukum Law of attraction, ya mungkin. Yang jelas, saya bisa meyakini itu karena pengalaman saya sendiri (jadi bukannya hipotesis belaka).

Dalam pertemanan in the real life, sudah jelas hal itu berkali2 saya alami (makanya saya punya keyakinan spt itu).  Jadi ketika sekali dua bertemu dengan orang/teman yang kelakuannya sering membuat saya tidak nyaman, sekali dua hingga batas kesabaran, biasanya saya berusaha untuk tidak berprasangka buruk. Pertanyaan2 spt; “kenapa ya – kok dia bersikap seperti itu ke saya dan lainnya? apakah karena bla bla bla (saya mencoba mencari latar belakang sikapnya itu)”  pertanyaan itu akan saya kedepankan dulu, sebelum saya memutuskan untuk hate or dislike seseorang. Pikiran bahwa saya sedang menyaksikan kepura2an, saya tepiskan jauh2 dulu – anggap itu suatu kebenaran dulu. Intinya, be a wise, karena kita pribadi juga bukan dewa, mungkin saja berbuat kesalahan yang sama.

Namun pada akhirnya karena saya meyakini hal diatas, maka biasanya “tangan TUHAN” akan bekerja menunjukkan kepada saya, siapa sebenarnya orang itu dibalik “topeng” nya. This is amazing, karena saya tidak perlu lagi menduga2, berteka teki tentang apa yang akan dilakukan si teman ini kepada saya, karena di depan saya terbentang jelas, kejadian yang mengungkapkan sisi busuk dari teman tadi, begitu saja – secara kebetulan, dan tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Ironinya, kejadian itu selalu bermula dari “keterpelesetan” teman tadi, karena sikapnya sendiri – kebiasaan buruknya sendiri, yang selama ini dia pertahankan, selalu dia lakukan.  Isn’t that pathetic?

Yap, pada akhirnya saya “kasihan” melihat tipe2 orang atau teman seperti itu. Being a queen of the drama, you should know when you have to stop. Instead of being trapped because of it.

Yang menginspirasi saya membuat postingan ini, justru ketika saya menemukan jenis teman seperti itu dalam pertemanan di dunia maya. What a surprised! Why…? Ya, karena saya heran aja, di dunia maya aja kok dia mau ya, jadi queen of the drama, untuk apa???? bukankah dunia maya itu dunia yang tidak memperlihatkan diri kita yang sesungguhnya, I mean, in the real life kita gak bisa lagi sembunyi kalau kita ini tidak cantik dan langsing-misalnya. Nah, kalau di dunia maya, gak perlu jadi drama queen dengan menunjukkan bahwa kita ini cantik, ramping dan seksi ?? Cukup dengan tidak menyentuh area itu, kita sudah “selamat” tanpa harus berbuat kamuflase sikap, atau menjadi pembual.

Bahwa bukan di dunia nyata saja banyak maling teriak maling, itu saya tahu. Bahwa di dunia maya pun banyak tong kosong nyaring bunyinya, itu saya paham kenapa itu bisa subur. Tapi kalau dengan dunia maya, kita jadi selalu menambah dosa setiap harinya, dengan menuding orang lain, untuk apa dilakukan? Setiap satu jari telunjuk menunjuk seseorang bahwa dia jelek-sok tahu-sok pintar-menyebalkan, maka empat jari akan mengarah ke kita.  Kita belum tentu lebih baik dari dia yang kita tunjuk. Just remember that, you, the queen of the drama…

**fiuhhh, akhirnya ada juga postingan baru, rutinitas menjemukan dan gelombang kejadian tak terduga yang manis dan getir, berhasil membuat semua ide2 tulisan, jadi membusuk di kepala**

9 Responses to “Drama Queen”

  1. sapa tuh Mbak? sapa tuh Mbak? *kepo* :mrgreen:

  2. hmmmmm

    *menebak-nebak oknum yg dimaksud*

  3. oh dia itu emang ga bener orangnya.. ga asik dan malesin! *siapa yak orangnya?* :lol:

  4. @kucing_usil: ga usah ditebak…udah tau kan? :mrgreen:

    @eliabintang: betul betul betul…eh,sape lah dimaksud? *ipin upin mode on* :lol:

  5. Memang seharusnya gak di dunia nyata atau nyata musti tetep ‘sopan’, mbak. *elus jenggot* :)

  6. hmmm…siapapun orang itu, kalo kita baik tetaplah menjadi baik. walaupun orang ituh (embuhlah, sapa dia) gak baik, ya biarkan saja. Waktu memang akan membalas semuanya *tsaaa…sok bangt sih sayah*

  7. waduh, ini ni, kalo saya di dunia maya sama persis sama saya di dunia nyata je :) )

    ah ya begitulah, kalo orang mau gimana kita emang ga bisa kontrol. setidaknya kita nggak jadi bagian dari itu dan tetap bisa berprasangka baik. :)

  8. Hwaaah, dah lama banget aku nggak main sini ya mbak.. :D . Ih blognya samaan ma punyaku yg di wordpress kapan hari, jadi berasa rumah sendiri.. Hlooo? :mrgreen:

    Ini nyeritain sopo tho mbak? apakah oknum yg pernah kita omongin dulu? :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.