Saat Waktu Membeku

Posted in Saya dan kehidupan with tags , , on September 29, 2010 by aubreyade

Apa arti kematian orang yang paling kau sayangi, buatmu?

Bagi saya, di momen itu, saya merasakan waktu seakan membekukan semua yang ada – samasekali tak ada yang bisa saya rasakan – selain kehampaan…serasa hidup saya berhenti di titik itu, namun waktu terus berlari meninggalkan saya karena kehidupan memang tidak berhenti sampai disitu…Berat, hanya itu yang mampu saya ingat.

Adalah tepat sebelas tahun yang lalu, dan di jam2 seperti ini – jam sembilan pagi hari di rabu 29 september 1999 – tubuh mendiang Ibu saya tercinta telah terbaring tenang, di sebuah dipan, tanpa denyut nadi yang menyertainya. Dan saya, di jam itu, mata saya sudah bengkak, dada saya sesak, dan perut saya samasekali belum tersentuh makanan sudah 14 jam, padahal, saat itu saya sedang mengandung enam setengah bulan anak pertama saya. Saya benar2 egois saat itu, tidak memikirkan jabang bayi saya, yang saya lakukan hanya menangis dan menangis. Begitu kuat penolakan yang ada dalam hati. Bagaimana bisa secepat itu, padahal malam sebelumnya (tanggal 28 september-jam setengah tujuh malam) saya dan Mama masih makan malam bersama, ngobrol segala sesuatunya tanpa ada yg istimewa, tanpa firasat yang aneh2. Hanya butuh waktu satu jam setelahnya, Mama mulai memasuki ‘sakratul maut’nya tanpa disadari oleh saya maupun beliau. Ya, sejam setelah itu Mama sudah tidak sadarkan diri, pun ketika dibawa ke rumah sakit dan masuk ke ruang ICU, saya masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa Ibu saya sudah tidak sadarkan diri, meski masih ada detak jantung yang sangat lemah.

Hanya setelah beberapa saat, ketika saya pulang ke rumah,karena telah lewat tengah malam dan saya ingin sekali berdoa-sholat di kamar saya, memohon yang terbaik untuk Mama saya. Selang beberapa jam setelah itu, rupanya beliau menghembuskan nafas terakhirnya, tanpa ada saya di sisinya. Mungkin Mama tahu, bahwa saya belum siap untuk ditinggal, karenanya beliau baru “pergi” justru setelah saya dan yang lainnya meninggalkan ruang ICU jam satu malam, malam itu.

Kini, sebelas tahun telah berlalu, namun saya masih merasa, ada kepingan-kepingan peristiwa yang masih tetap membeku, mengkristal di dalam sana, terkubur dalam sel kelabu otak saya, dan sesekali menguapkan nelangsa yang hanya bisa saya pendam dalam hati. Terlalu berarti hadirmu untukku, Ma…

Terlalu banyak pelajaran berharga, kenangan manis, masa kecil yang penuh kasih sayang, dan segalanya yang tak bisa terlukis dalam untaian kata, untuk mengenang arti seorang Ibu yang penuh kasih kepada anak2nya. Ibu yang menularkan ketegaran kepada anak2 perempuannya, dan mewariskan sifat penyayang kepada anak2 lakinya. Dan tentu saja dengan pendampingan seorang Ayah yang juga luar biasa, sosok Ayah saya adalah seorang Ayah yang luar biasa yang tidak bisa saya jumpai kini, dimanapun.

Kutulis ini bukan karena aku masih tidak rela akan kepergianmu,Ma…meski hidup serasa kian berat tanpa seseorang yang bisa mengerti aku, tapi ketegaran dan kesabaran yang berpuluh tahun aku ingat darimu, cukup membuatku mengikhlaskannya dari hari ke hari. Dan kini, seperti ucapanmu selalu kepadaku, bahwa : Cukuplah Tuhan selalu bersamamu, maka tak kau perlukan lagi yang lainnya.

Unpredictable!

Posted in Saya dan Keseharian with tags on September 27, 2010 by aubreyade

One word for last night on Indonesia Mencari Bakat : Unpredictable! Out of my expectation. I just sitting there in front of the tivi and feel dissappointed. Why should Hudson – after the Funky Papua, one of my fave,too – seems like not fair for him.

Yeah, what kind of fairness you could expect if it’s determined by how much sms comes for the finalist,huh ? Although they always perform the amazing performances, still that “perolehan sms” -that I hate- will bring their future at that stage, will they perform on the next week or not.

This men is not only a usually drag queen as we know , only do the lip-synching, but he is ‘the brilliant unusual drag queen‘ cause he could be a ‘two characters’ and sing in both of it by perfectly – not only doing the lip sync. I always waiting the surprises he will make on every his performance. Day by day he showed rapid progress, but last night was his last perform coz he got the lowest sms than three other finalist.

There’s one of his performance (I think nowadays he’s more better and better than this, further I’m very sure that he will be the winner of the competition…)

Even Addie MS and all the judges commented always the great appreciate for this Hudson coz his amazing talent he performed consistently.

Hudson’s elimination sure not made my tears fallin’ like when the Funky Papua’s, but my heart cried😦 *hikks* Although I know that this is not the last time I see his perform, still I lost the surprises on saturday and sunday night. Haduh,sepi deeeh kl nonton tivi sabtu malem dan minggu malem…padahal biasanya saya ga pernah absen. Tadinya udah ancang2 juga pingin nonton langsung konser grandfinal nya, tapi sekarang jagoan saya udah pada tumbang semua…gara2 perolehan sms..grrrh,sebel deh!

Video Heboh buat Pelajaran

Posted in Saya dan Keseharian with tags , , , , on June 10, 2010 by aubreyade

WARNING! Postingan bernada sedikit nyinyir, waspada…waspada…   *apa seeeh!*:mrgreen:

Ya ya ya…jenuh bahkan nyaris muak,ya – dengan berita heboh tentang video yang hot hot itu…saya termasuk yang muak🙄

Muak dengan :

  • Yang heboh nyebarin link-nya di ranah social media, apapun motivasinya, entah hanya untuk nyari bahan obrolan hangat antar sesama teman atau ada motif2 lainnya. Bukankah dengan memberikan link yang contentnya pornografi seperti itu, ya berarti sama saja dengan mental si pembuat video porno itu…?
  • Wartawan/media yang dalam menyampaikan beritanya, gak fokus samasekali dengan tujuan pemberitaannya. Pendeknya, cuma mau cari sensasi belaka dengan bumbu-bumbu menyinggung soal moral. Hey,c’mond-kalian sadar gak, bahwa mencerdaskan bangsa ini, sebagian terletak di pundak kalian, para pewarta berita, jadi sampaikanlah informasi secara benar, dengan bahasa indonesia yang baik dan benar serta yang gak kalah penting, tujuan pemberitaan informasi tersebut menjadi jelas-bukan sekadar mencari sensasi. Saya yakin, setiap berita diinformasikan,pasti punya nilai, punya maksud, punya tujuan.
  • Ibu2 yang punya anak dibawah umur, remaja , yang bukannya ngajak diskusi anaknya dengan suasana akrab & hangat, tapi malah bareng2 nonton tipi , ikut2n men-judge ini itu atas nama moral etika agama *padahal dia mencontohkan sikap amoral lho, secara ga langsung, kan menggunjingkan orang,yg belum tentu pasti benar* atau sebaliknya, para ortu yang gak mau tau soal ini, dan berfikikr bahwa anaknya ga akan nyari tahu soal ini, menganggap anaknya adalah anak baik2 yang kebal segala macam “virus degradasi moral”
  • Bapak2 atau para suami, yang korupsi jam kantor, meski cuma 15-30 menit, hanya untuk nonton video itu, yang sudah jelas2 gak ada gunanya. Kecuali kalau anda sedang bermasalah di rumah dengan istri, oke-tapi cukup rugikan saja diri anda sendiri, ga perlu ngajak2 orang lain untuk donlot atau nonton.
  • Saya juga sedikit muak dengan orang2 yang sebelum ada kejadian ini, mengidolakan para artis itu, tapi setelah ada kejadian ini, jadi terheran2 dan kecewa…lho, mereka kan manusia biasa, artis artinya pekerja seni, jadi mereka bekerja untuk seni, bukan supaya jadi idola, saya kira. Samasekali bukan membela artis, tapi coba kita pikir secara sehat, bukankah kita yang salah, kalau terlalu menjadikan seseorang sebagai “barometer” atau bahkan panutan? Selama dia masih manusia, kesalahan macam apapun, sangat mungkin terjadi.

Sepertinya adanya peristiwa video ini, lebih baik dijadikan momen buat kita semua – ya, kita termasuk saya kok, krn saya masih punya anak yg dibawah umur, jadi saya pakai buat nyisippin sex edu untuk mereka, saya jadi tahu seberapa pemahaman mereka tentang arti pornografi, video hubungan intim, arti kata asusila – dan saya hanya bisa menyimpulkan sebagian kecil pelajaran yang mungkin bisa diambil dari peristiwa ini, selain faktor kehebohannya itu sendiri :

  • Sikapi segala pemberitaan informasi dengan bijak dan cerdas, hindari ikut2an mainstream – ga ikut arus bukan selalu berarti kuper dan kurang informasi,kan apalagi informasi yang ga ada gunanya macam itu – serap informasi terlebih dulu, kemudian olah pikiran, pakai akal sehat dan hati nurani. Setelah itu tanya ke diri sendiri, “kalau saya mau nyebarin berita ini, informasi ini, apa tujuan saya?” kalau hanya sebatas untuk obrolan kosong, lebih baik jangan posting di social media, gunakan jalur yang lebih privat. Kecuali misalnya, kasus korupsi, saya malah setuju2 banget, disebarin – asalkan, minimal 50 persen kita jamin kebenarannya, karena kita punya akses tersendiri – jadi bukan hanya asbun, ntar jatoh2nya fitnah. Obrolan secara privat dengan mengobrol lewat daring soc med, itu punya tujuan yang berbeda lho…so, be wise is better.
  • Kita gak bisa bicara soal moralitas bangsa, tanpa terlebih dulu kita menyaring kelakuan dan omongan kita sendiri. Kelakuan artis yang sedang naik daun banyak yang bobrok atau headline2 berita yang menyoroti kasus2 hanya untuk mencari sensasi, mengejar target oplah – gak bisa begitu aja jadi “ukuran” moralitas bangsa secara keseluruhan. So many bad things happened, but still there’s one good thing happened everyday…masalahnya, akankah kebaikan itu berasal dari kita pribadi…? Jadi, mulailah menjaga sikap dan omongan kita sendiri.
  • Satu lagi mungkin dikhususkan buat para ortu, ibu terutama, yuk mari kita jadikan momen ini-kalau kondisi di ibu memungkinkan- untuk menggali lebih dalam, seberapa pengertian anak2 kita tentang seks, pornografi, dan mungkin sangat banyak istilah2 baru yang mereka ga sengaja dengar di tipi. Jangan ibu tabukan, tapi justru ajak mereka ngobrol, tanpa tekanan, tanpa kata2 nasehat, gali sebanyak2nya informasi dari mereka, hingga kita tahu, omongan apa yang tepat kita sampaikan pada kondisi anak ibu saat sekarang. Ingat bu, media informasi cetak atau elektronik, hanya alat, seperti mata pisau, ga perlu ibu takutkan keberadaannya. Jika ibu ajarkan pisau itu untuk membuat prakarya atau memasak, akhirnya berguna juga bukan? Hanya saja, kebutuhan setiap anak berbeda2 dan tugas seorang ibu lah harus mengetahui, sejauh mana informasi yang bisa ibu sampaikan. Jangan pakai ukuran ibu2 yang lain, jangan hanya karena ikut2an pergaulan. Anak ibu sendiri yang merugi  nantinya dan lebih jauh kerugian jangka panjang diderita ortu.
  • Mungkin, disini UU ITE yang kontroversial itu, akan diuji, sejauh mana efektivitasnya, dalam mengatur hajat hidup orang banyak, lebih jauh, kegunaannya untuk mencerdaskan anak bangsa…let’s see…saya berharap banget, entah itu pelaku pembuatan video itu-mungkin termasuk artisnya, kalau memang benar itu mereka, juga yang menyebarkannya, seperti kata pak polisi, dari hulu ke hilir, bisa tertangkap dan dihukum, semoga juga bisa menimbulkan efek jera buat mereka dan orang2 yang hendak berencana seperti mereka. Efek jera ini yang banget-banget saya harapkan, biar ke depannya gak lagi kejadian2 amoral seperti ini terjadi & menimbulkan kehebohan.

Terakhir, saya buat postingan ini, semata karena lama2 saya bosan mendengar soal moralitas disinggung2, terutama media, padahal mereka sendiri, turut menyebarkan informasi amoral secara tidak bijak. Begitu juga dengan orang2 yang sebegitunya memperbincangkan hal ini, seolah Ariel & Luna itu dewa dewi yang gak bakal salah. Mestinya, begitu tahu, ya sudah-ga perlu heboh sana sini- toh belum dipastikan kebenarannya secara hukum. Terlebih lagi, kejadian itu mestinya dilaporin,dong-kalau sampai beredar luas- kan merugikan generasi muda, anak2 SD sekarang udah banyak lho, yang pakai smartphone atau blackberry. Jadi kalau memang kita peduli sama moralitas, ya adukan aja *untunglah udah ada LSM yang ngelaporin* karena kalau ga ada yang lapor, ya mereka yang buat video itu, enak2an aja, malah bikin yang baru. Sekarang, minimal, kita berharap semoga kasus ini diusut tuntas, daaaannnn, jangan lupa ngikutin lagi beritanya…jangan asal ikut2an heboh aja😆

Alter Ego, Alter Kegiatan? *apdetan ga jelas*

Posted in Uncategorized on May 25, 2010 by aubreyade

Last post : 9 April 2010…! Omaigat😐 Nyaris dua bulan,ya ngga up-date blog *elus2 keyboard*

Yaaaa,abis gimana dong, saya nge-blog kan ga dibayar toh ,jadi ya harus ngeduluin yang nyata2 menghasilkan😆

Wokeh, mau nulis apa ya tadi…umm, ga tau juga sih *postingan Geje, dimulai* yaaaa pokoknya, awalnya mau ngelus2 kibord leppi butut saya gitu… Tapi jadi ingat lagi, bahwa saya belum jadi2 aja mencoba belajar food photography yang bagus, ples digital imagingnya, I don’t have enough time😥

Mmm, udah dari awal tahun ini, saya pingiiiiiiiin banget bikin blog baru lagi di blogspot, tapi khusus blog makanan. Tapi berhubung saya ga terlalu sering wisata kuliner, jadi isi blognya ya pingin saya khususkan tentang resep2 yang saya ujicoba aja. Masalahnya, apa bagusnya, kalau ga ada foto yang ciamik khan? :(  Meski hampir semua yang saya praktekkin trus berhasil, pasti saya foto – tapi hasilnya buat saya ga pantes buat nampang di blog😐 jadiiii…semuanya masih dalam proses, alias masih dalam … kepala😆

Oiya, kapan hari, sebulan lalu, mau nulis tentang referensi buku yang ini, Garis Perempuan – nya mba Sanie B.Kuncoro. Satu hal yang paling saya suka dari novel2 karya mba Sanie ini, adalah : Ending yang selalu tak terduga-duga! Kadang jauh dari perkiraan. Seolah kita seperti “sudah bisa menebak” arah isi cerita, tetapi ternyata TIDAK🙂 *standing applause*

Isinya menceritakan bahwa keperawanan, masih menjadi satu hal yang “abstrak” buat sebagian besar wanita yang menjelang dewasa. Sering perempuan-perempuan harus menjalani garis nasib, bahwa dia TIDAK BERHAK atas keperawanannya sendiri : kapan dan kepada siapa dia akan mempersembahkannya. Sebagai “persembahan” atau sebagai “pengorbanan” bahkan, mungkin ada juga yang menganggap itu tak lebih sebagai “alat pemuasan dirinya sendiri” kah, jarang ada perempuan yang benar2 bisa memegang kendali pikiran dan tindakan atas itu semua. Wiiih, masa’ sih??? kalo gak percaya, ya baca ajaaaa😯

Alur cerita yang tidak pernah bisa membuat saya bosan, menjadikan novel itu jadi hiburan dikala saya penat dengan alter kegiatan baru saya : saya mau konsen lagi, di…..Dapur! :lol:  Awalnya , kangen sama loyang dan teman2nya yang udah lama ngumpet di gudang, saya ikut kursus masak (udah lupa blass, resep ples cara2 mbuat makanan). Setelah kursus, ngerasa bahwa “ongkos coba-coba” itu mahal, maka saya serius membuat sesuatu yang layak jual. Modal “pede” yang rada overdosis😆 saya jual roti2 manis saya, donat kentang, pastel ayam kari, lemper ayam, cake marmer, pokoknya yang rasa2nya enak *pede aja lagi* saya jual kemana saya bisa jual, hihi….dan hasilnya….udah jalan kurang lebih 3 bulan, dan sebulan terakhir, nyaris kontinyu 5 hari dalam seminggu, saya dapet pesenan *alhamdulillah* Di sela-sela waktu yang mesti dicurahkan buat dua bidadari kecil saya, nggak munafik, saya sering nggak bisa menampik kejenuhan sebagai ibu rumah tangga. Karenanya saya coba melakukan hal yang saya senangi, insyaAllah kalau dari dalam hati, bangun jam dua malam dan terjaga hingga jam 7 pagi pun, gag terasa berat buat saya🙂

Drama Queen

Posted in Saya dan Keseharian with tags , on April 9, 2010 by aubreyade

Saya bukan tipe orang yang supel, mudah bergaul dengan siapa saja.  Meski selalu berusaha ramah dan tersenyum, dimanapun saya berada dalam suatu komunitas.  Sekaligus termasuk yang senang dengan pergaulan/kumpulan teman2 baru – karena pastinya bisa ‘menyegarkan‘ khasanah pergaulan saya yang terbatas *halah,bahasane*

Setelah “setua” ini😆 akhirnya sayapun punya satu keyakinan- yang, karena saya yakini – maka akhirnya itupun sering menjadi kenyataan.  Keyakinan saya, “ketika kita selalu mencoba hanya hal-hal terbaik yang kita tampakkan – bukan berpura2 tentunya – maka, hal-hal terbaik juga yang pasti akan kita dapatkan” persoalan, pada akhirnya kita sempat mendapat hal yang tidak mengenakkan, itu hanya soal waktu. Tangan TUHAN akan bekerja untuk “membalikkannya” menjadi sesuatu yang baik dan pantas kita terima (karena perbuatan baik kita sebelumnya). Mungkin ini mostly pengertian dari hukum Law of attraction, ya mungkin. Yang jelas, saya bisa meyakini itu karena pengalaman saya sendiri (jadi bukannya hipotesis belaka).

Dalam pertemanan in the real life, sudah jelas hal itu berkali2 saya alami (makanya saya punya keyakinan spt itu).  Jadi ketika sekali dua bertemu dengan orang/teman yang kelakuannya sering membuat saya tidak nyaman, sekali dua hingga batas kesabaran, biasanya saya berusaha untuk tidak berprasangka buruk. Pertanyaan2 spt; “kenapa ya – kok dia bersikap seperti itu ke saya dan lainnya? apakah karena bla bla bla (saya mencoba mencari latar belakang sikapnya itu)”  pertanyaan itu akan saya kedepankan dulu, sebelum saya memutuskan untuk hate or dislike seseorang. Pikiran bahwa saya sedang menyaksikan kepura2an, saya tepiskan jauh2 dulu – anggap itu suatu kebenaran dulu. Intinya, be a wise, karena kita pribadi juga bukan dewa, mungkin saja berbuat kesalahan yang sama.

Namun pada akhirnya karena saya meyakini hal diatas, maka biasanya “tangan TUHAN” akan bekerja menunjukkan kepada saya, siapa sebenarnya orang itu dibalik “topeng” nya. This is amazing, karena saya tidak perlu lagi menduga2, berteka teki tentang apa yang akan dilakukan si teman ini kepada saya, karena di depan saya terbentang jelas, kejadian yang mengungkapkan sisi busuk dari teman tadi, begitu saja – secara kebetulan, dan tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Ironinya, kejadian itu selalu bermula dari “keterpelesetan” teman tadi, karena sikapnya sendiri – kebiasaan buruknya sendiri, yang selama ini dia pertahankan, selalu dia lakukan.  Isn’t that pathetic?

Yap, pada akhirnya saya “kasihan” melihat tipe2 orang atau teman seperti itu. Being a queen of the drama, you should know when you have to stop. Instead of being trapped because of it.

Yang menginspirasi saya membuat postingan ini, justru ketika saya menemukan jenis teman seperti itu dalam pertemanan di dunia maya. What a surprised! Why…? Ya, karena saya heran aja, di dunia maya aja kok dia mau ya, jadi queen of the drama, untuk apa???? bukankah dunia maya itu dunia yang tidak memperlihatkan diri kita yang sesungguhnya, I mean, in the real life kita gak bisa lagi sembunyi kalau kita ini tidak cantik dan langsing-misalnya. Nah, kalau di dunia maya, gak perlu jadi drama queen dengan menunjukkan bahwa kita ini cantik, ramping dan seksi ?? Cukup dengan tidak menyentuh area itu, kita sudah “selamat” tanpa harus berbuat kamuflase sikap, atau menjadi pembual.

Bahwa bukan di dunia nyata saja banyak maling teriak maling, itu saya tahu. Bahwa di dunia maya pun banyak tong kosong nyaring bunyinya, itu saya paham kenapa itu bisa subur. Tapi kalau dengan dunia maya, kita jadi selalu menambah dosa setiap harinya, dengan menuding orang lain, untuk apa dilakukan? Setiap satu jari telunjuk menunjuk seseorang bahwa dia jelek-sok tahu-sok pintar-menyebalkan, maka empat jari akan mengarah ke kita.  Kita belum tentu lebih baik dari dia yang kita tunjuk. Just remember that, you, the queen of the drama…

**fiuhhh, akhirnya ada juga postingan baru, rutinitas menjemukan dan gelombang kejadian tak terduga yang manis dan getir, berhasil membuat semua ide2 tulisan, jadi membusuk di kepala**

Eureka

Posted in Uncategorized with tags on March 30, 2010 by aubreyade

March 27 2010,

Finally found something at the past saturday …

On board.. in the cabin with my two daughter flying to Balikpapan,,,

Kali ini, apa lagi yang bisa hamba ucapkan, Rabb – selain pengakuan atas kebesaranMU yang sering hamba alpa, bahkan secara sadar sekalipun… Bagaimanapun kotornya diri, selalu banyak jalanMU yang akan membantuku untuk membersihkannya… Kali ini, dampingi aku lagi,Rabb – untuk meniti persimpangan ini,,, berikan aku petunjuk untuk melihat semua cahaya yang KAU kirim… karena sesungguhnya mata hati tidak selalu melihat.

Begitu besar kasih sayangMU padaku,,, hari ini dan seterusnya. Dan aku tak mau lagi ragu akan belas kasihMU , aku yakin di kali ini, KAU masih setia mendampingiku, memberikanku jalan,,, atau… haruskah aku tak memilih apa-apa, Tuhan ? Apapun, apapun itu, akan aku jalani, karena kuyakin itu semua kehendakMU.

Two days full of love at Balikpapan – love you, my brother-my “parents”, my sister in law – May God almighty blessed our life always.

Semangat Baru Pada Harapan Usang

Posted in Saya dan kehidupan, Saya dan Keseharian with tags on March 12, 2010 by aubreyade

What can I say about my daily activity…kinda boring, isn’t it ? But I always try to figure out what is “God’s plan for me”

For the past “hectic” week, I only could store all of these words in my head, sometimes it’s sounds like a “bee’ sorrounding my ear before I closed my eyes go to sleep. But today, I just wanna write it down. It will be boring, coz actually my daily is a boring activity, always fulfill the puzzle from God. Here we go…

Day-one *Saturday*

Like usually my spirit always go down into the lowest level if I think about “that”, and makes my day become bad.

Sabtu ini samasekali tidak mau punya pilihan rencana. Serasa hidup seperti menunggu mati saja. Bosan berkutat dengan masalah yang sama. Kelu untuk sekadar menumpahkannya lewat speaker handphone , cerita ke Big Bro and My lovely sista. Kadang I just say nothing, and then they have known what would I say.

Siang ketika matahari naik, mendadak ingat qoute ini dan mengiang2 terus di kepala :

The Only Way to STOP them, you have to FACE IT !

Ya, satu2nya cara untuk “merdeka” dari apapun itu -masalah atau seseorang- adalah HADAPI. Be a hero for yourself, make yourself free.

Langsung nyamber handuk buat mandi, sholat zuhur, dan meluncur berempat seperti biasa, tapi hari ini adalah hari aku, I decided where we want to go.

Day – two *Sunday*

Pagi2 bangun dengan semangat pagi – meski subuh agak kesiangan dan habis itu masih tidur lagi, tapi jam 8 sudah seger banget, dan siap “nyandera” hubby buat ke supermarket terdekat, ada yang ketinggalan kemarin, belum dibeli (doh). Rasanya pengen buru-buru aja, jadi mending naek motor biar lebih cepet. Di tengah jalan ternyata ban nya gembes *dinaikkin gajah, emangnya??! * tapi nyampe juga depan superindo. Yah, brarti itu motor sehat kayaknya, punya “hati” juga, kalo disuruh bawa beban berat, dia “protes” 😈

Hubby akhirnya pergi juga jam 11, dan, I decided to be HAPPY with his decision about that day, so that I don’t want suffer from that sorrowness. Ga mau ngasih kesempatan otak dan hati buat melow-melow, langsung aja di kepala aku masukkin nama bahan2 kue, alat2 kue, apa yang belum, apa yang kurang, jam berapa mau mulai beraksi, dlsb.

I decided to face “IT” with my hobby, my positive compensation that a long time ago I never made it happen. Now, I want to make my dreams come true, with my hobby, to face this problem…something I must do to stop all of these problem poisoning my thought.

Semangat 45, mulai deh beraksi dengan praktekkin semua pelajaran yang udah didapet di kursus, tapi kali ini harus bisa dijual, karna dengan cara itu semangat bisa tetep menyala. kalau ga ada terget, akhirnya ga serius, ga jelas mau kemana. Sekali menyelam, meminum air – harus benar2 diterapkan kali ini. So, the project is : FORGET YOUR PROBLEM, START YOUR NEW DREAM, LIVE WITH FULL OF SPIRIT !

Daaannn, ga sia2 dong, jadi nih, buat perdana, from my hand, from my old oven, from my dirty kitchen, I made this by myself…

Aneka roti manis, aneka isi dan bentuk

Modal nekat ah, senin pagi suruh aja si hubby bawa ke kantornya,masak sih ga ada yang mau beli, kalo emang enak, khaaan :oops:  ada isi sosis keju, daging asap keju, pisang coklat, coklat, keju kepang,sosis aja, pisang keju,coklat meses,  sebenernya basic nya cuma: coklat,keju,pisang,daging asap ama sosis. Tp gw mix n match sesuai mood gw pas lagi bikin, apa yg terlintas di kepala gw ajah. Toh ngelakuin ini juga kerna mau membuat pikiran dan hati lebih rileks, sembari kaloooo bissaaaa siiihhh, dapet keuntungan laen, hehehe😆

Tapi puas banget, pelajaran kursus berhasil gw praktekkin, dan rasanya juga manteb kok, plek sama! Soal modal….jangan dipikirin dulu deh, gw nyoba aja dulu “lempar” ke pasaran, tes dong, ntar jangan2 kata gw aja lagi, yang bilang itu enak.

Gak nyangka samasekali, baru jam 8 pagi di hari seninnya…eh, salah ah- di cerita habis ini doooong😆

Day-three *Monday*

Jam baru manteng di angka 08:15 – dan gw lagi terkantuk2 didepan laptop, buka2 plurk sebentar, intip ngerumpi dikit, liat2 ulah orang insane di fesbuk bentar *termasuk gw nih, yg masih active punya akun ini*😈

checking email sambil lalu – ga ada yang penting, delete all. Semua nyaris ga konsen, ngantukkk bokkk! semalem jam setengah sebelas baru kelar banget, tapi ga bs langsung tidur.

Tiba2 sms masuk, hubby. “Besok bisa gag bikin 30 pieces – dipesen nih, buat meeting selasa pagi” Gw :  ❓

Trus buru2 sadar, dan ngetik sms “Alhamdulillah, jadi suka ya – ko HR nya bisa tau, emang dia pagi2 suka jajan ya..hihi… oke, oke, bisa laaaah! ”  😆

Mendadak ga ngantuk lagi, tapi tambah gag konsen ke komputer. Di kepala muter, duh gw punya bahannya gag ya, duh isi2nya masih ada ga ya, duh plastik packingnya beli dimana yang bagus ya..duuuhhhh….klik! mending gw matiin laptop dan…tedooorrrr dulu! Lo ga akan bisa mikir jernih kalo kepala lo pusing kerna kurang tidur, dan akhirnya kerjaan lo ga akan efektiv. So, take a rest for a minute. Ho oh, semenit ajah ! bwahahaha😀

Lumayan sejam-an gw tidur, bangun udah lebih fresh, apalagi abis itu mandi dan masih dapet Dhuha, coz lom jam sebelas. Habis itu bisa lebih konsen nyaippin semuanya, dan memulainya di jam2 setelah makan siang, setelah krucil2 sudah “aman” dari tugas gw ngawasin makan siangnya, pelajaran, ttg pe er, suruh nyiappin buku2 bwt besok, seragamnya,dll – beres! Yak,mereka tidur, saatnya gw beraksi dengan adonan , melampiaskan amarah di adonan yang diuwel-uwel sesuka hati gw😆

Cekidot deh, skrinsyut nyah😀

isi sosis ajah...

my favorite shape...gampang buat bentuk spt ini

namanya aja kepang, padahal gag dikepang...

voila!daging asap&keju...perpaduan paling pas, dan bentuk yang paling sulit

Day-Four *tuesday*

Hari ini, pesanan roti manis sudah dibawa, gw ngasih “tugas” lagi ke hubby, jangan marketing’in roti lagi, kali ini, tawarin donat kentang aja, soalnya gw lagi mau praktekkin itu…hihi… Dan hasilnya… dapet pesenan 30 donat manis, buat les bahasa inggris pagi yang kelas senin rabu *joget pisang* Iya, kan semua karyawan disitu dapet kursus inggris haratiss, ada dua kelas : senin rabu dan selasa kamis. Plus, disediain snack dari kantor, sippp deh!😆

So, hari ini, kudu nyiappin bahan2 buat bikin itu, nanti jam 3-an, spt biasa, abis ashar gw br mulai “olahraga” ngulenin tu adonan. Yes, yes, mendadak adrenalin gw serasa dipacu, udah lama banget gw gag menemukan ini di diri gw, lamaaaa banget!

Dan, mulai selasa malam, sampai malam2 berikutnya, pas anak2 mau berangkat tidur, gw udah berhasil menyelesaikan ini selalu :

tiap malem,45 piece selesai ples 15 tusuk sate donat

Day-Five *wednesday*

Rasanya lama2 terbiasa juga, mulai sibuk jam setengah empat sore sampai jam sebelas malam, tidur baru jam duabelas, trus pagi jam 5 teng udah melek lagi, masuk2in ke dus plus kasih topping donatnya, selepas semuanya pada berangkat, gw rileks bentar, biar kepala gag berat, abis itu selesai dhuha mulai “mikir” lagi, ada yang kurang apa nggak buat hari ini, buat nyelesaikan pesanan besok, ya- akhirnya itu jadi menu rutinitas KEDUA yang mengasyikkan juga, paling enggak buat ngilangin stress gw. Eh, bentar – yang kedua ya tadi gw bilang…errrr kenapa gw mikir gitu ya….brarti yang pertama apaan … ❓

Awal2 (hari selasa) gw bikin 3 model gini nih, sesuai mood gw hari itu :

donat tiga wajah...

Tapi besok2nya gw gag sreg ama wajah ketiga…yang warna warni itu…yang kelihatan cerah ceria itu…pas dirasa, terlalu manis…ya, terlalu “manis”…sometimes you have to be little bitter to make it balance. *gag nyambung khaannn…emang!*

yah pokoknya ga oke lah segala sesuatu yang terlihat terlalu indah. Buat acak2an sedikit lah, ga perlu terlalu “ramai’ dan akhirnya gw sapu lelehan coklat milk itu dengan taburan sedikiiit sekali spikels warna. Jadinya kelihatan lebih natural, gag bikin eneg. Gw lupa buat motohnya, nanti menyusul aja deh.

Day-Six *Thursday*

My Big Bro called from Balikpapan. Like usual, I’m talking to him like I was talking to Dad , singkat-padet-jelas-tu de poin- plesss nada anak2 minta sama bapaknya :lol:  *Love for you all my Big Bro doesn’t need to say afterall* and then He reminds me to do the serious thingy, not only think desperately. He asked about some amount, how much I need it to make this “new acivity become a business” – and lucky me, who have all of brother and sister that love me truly. Gawat neeh! ga bisa main2 lagi deh gw, kudu serius bokk! BUkan tipikal gw, kalo udah mau nerima kepercayaan dari orang, siapapun itu, even my parents, trus gw sia2in gitu aja dengan ga tanggungjawab. Big Bro and sista support one hundred percents for my wants, so what is the reason for me not to do that without serious ?  :?x

Siangnya sms banking masuk, dengan keterangan kredit sejumlah yang tadi gw denger di speaker henpon, disusul sms my Big Bro as usual, “Ikhtiar dan Doa itu cuma perlu dijalanin, dan ga bisa jalan kalau ga dimulai dengan langkah kecil – sukses, be serious ya”

Suddenly my Mom’s and Dad’s face in my head…and my heart said : I miss both of you… I know you are seeing me now…

Gitu deh, lima hari itu cukup ya, menggambarkan apa yang sekarang, dan ke depannya bakal mengisi hari-hari gw dengan semangat baru…Gw akan mulai konsen di hobby lama gw, cooking😆

Ga mau muluk-muluk dengan target2 bisnis yang aduhai, gw daridulu ampe sekarang masih punya prinsip sama, bahwa segala sesuatu perlu waktu, perlu proses, untuk menemukan jalan keseimbangannya. Semuanya, termasuk masalah2 gw dan rasa sakit hati gw, semua butuh waktu, seperti halnya luka, patah, terinfeksi virus, semua ga bisa dibuat instant untuk kembali utuh, kembali baik. All I want to do is , keep trying put the puzzle into the right place.

This is my favourite picture when I’ve done with my bake:

cara menikmati roti paling lezat adlh saat br keluar dari oven,dan dioles butter

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.